30.10.10

DAMPAK TURUNNYA ANGGARAN BADAN SAR NASIONAL PADA ANGGARAN BELANJA PEGAWAI KANTOR SAR BALIKPAPAN

Oleh M. Zaenal Arifin, S.Pd 
BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
A.1.   ORGANISASI     
            Kegiatan SAR pada dasarnya adalah usaha berupa kegiatan mencari, menolong, menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya, baik dalam pelayaran dan atau penerbangan maupun bencana dan atau musibah lainnya. Tugas pokok Badan SAR Nasional adalah mengkoordinasikan dan membina potensi Search and Rescue (SAR), serta mengarahkan dan mengendalikan potensi SAR dalam melaksanakan kegiatan pencarian dan pertolongan orang serta material yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran, penerbangan, bencana alam dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan internasional. Penerbangan dan pelayaran nasional maupun internasional yang melintasi wilayah Kalimnatan Timur membutuhkan jaminan tersedianya penyelenggaraan SAR yang efektif apabila terjadi musibah di wilayah Kalimantan Timur. Oleh karena itu Kantor SAR Balikpapan dituntut untuk bisa dengan mudah dihubungi dan komunikatif; siaga setiap saat dan melakukan tindak awal dengan cepat; menjangkau setiap tempat/titik dalam waktu cepat; pengerahan potensi SAR dengan cepat tanggap; dan melakukan operasi SAR dengan efektif dan efisien.
               Sejarah berdirinya Organisasi SAR di Indonesia dimulai ketika Indonesia masuk  menjadi anggota  International Civil Aviation Organization (ICAO), yaitu Organisasi   Penerbangan   Sipil   Internasional   pada   tahun 1950  dan  International Maritim Organization (IMO), yaitu Organisasi Pelayaran Internasional pada tahun 1966. Salah satu kewajibannya adalah memiliki organisasi SAR yang mampu menangani musibah penerbangan, pelayaran dan bencana lainnya, sehingga setiap penyelenggaraan pendidikan SAR, pemenuhan standar peralatan keselamatan (SAR) bagi pesawat maupun kapal secara sistematik diharuskan memenuhi persyaratan – persyaratan ( standar mutu yang telah ditetapkan di dalam konvensi  Internasional tersebut, agar supaya status kelembagaan SAR diakui secara internasional.
            Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 80 tahun 1994 tentang Pedoman SAR Nasional, penekanannya adalah pada standar mutu pendidikan, prasarana, sarana dan peralatan SAR hendaknya memiliki kompentensi seperti yang telah diisyaratkan oleh ICAO dan IMO tersebut.
            Organisasi SAR di Indonesia dari waktu ke waktu mengalami perubahan dan penyempurnaan sejalan dengan sering terjadinya musibah maupun bencana, pada tahun 1998 telah dikeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 81 tahun 1998 tentang Organisasi dan tatakerja Kantor SAR sebagaimana telah diubah dan diperbaruhi dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 79 tahun 2002 tentang organisasi dan tatakerja Kantor SAR.
            Keberhasilan organisasi SAR tentunya ditentukan oleh pemenuhan sumber daya manusia yang berkualitas/terampil, prasarana dan sarana yang memadai serta peralatan SAR pendukung lainnya yang lengkap, dan ketersediannya anggaran yang memadai sehingga pelaksanaan kegiatan operasi SAR diharapkan dapat berhasil dengan cepat, tepat, efektif dan efisien. Efektifitas dan Efisiensi operasi SAR memiliki variabel, antara lain masukan (raw input), masukan instrumen  (instrumental input), masukan lingkungan (environmental input) dan proses pembinaan baik untuk UPT Badan SAR Nasional di daerah maupun potensi SAR terkait lainnya. Semua kegiatan – kegiatan itu bermuara pada ketersediaannya anggaran. Jika anggaran tersedia, maka kegiatan bisa berjalan dan jika anggaran tidak tersedia maka kegiatan tidak akan bisa berjalan. Yang menjadi permasalahan adalah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang diberikan oleh pemerintah kepada Badan SAR Nasional, khususnya Kantor SAR Balikpapan jumlahnya sangat terbatas.
A.2.   TUGAS POKOK DAN FUNGSI
            Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.43 Tahun 2005 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan, Badan SAR Nasional mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordonasian dan pengendalian potensi Search and Rescue (SAR) dalam kegiatan  SAR  terhadap  orang  dan  material  yang  hilang  atau dikhawatirkan hilang, atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan atau penerbangan, serta memberikan bantuan SAR dalam penanggulangan bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR Nasional dan Internasional.
            Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut diatas, Badan SAR Nasional menyelenggarakan fungsi :
1.         Perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan potensi SAR dan pembinaan operasi SAR;
2.         Pelaksaan program pembinaan potensi SAR dan operasi SAR;
3.         Pelaksanaan tindak awal;
4.         Pemberian bantuan SAR dalam bencana dan musibah lainnya;
5.         Koordinasi dan pengendalian operasi SAR atas potensi SAR yang dimiliki oleh instansi dan organisasi lain;
6.         Pelaksanaan hubungan dan kerja sama di bidang SAR baik di dalam maupun di luar negeri;
7.         Evaluasi pelaksanaan pembinaan potensi SAR dan operasi SAR;
8.         Pelaksanaan administrasi di lingkungan Badan SAR Nasional.
B.       RUMUSAN MASALAH
          Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan anggaran menjadi bahasan pada makalah ini. Terutama yang menyangkut anggaran untuk kebutuhan belanja pegawai. Rumusan masalah yang penulis angkat pada makalah ini, yaitu :
1.         Kebutuhan Belanja Pegawai Kantor SAR Balikpapan Tahun Anggaran 2010, tidak mencukupi;
2.         Tidak tersedianya dana transito pada Kantor SAR Balikpapan Tahun Anggaran 2010;
3.         Tidak adanya perencanaan pengadaan jumlah pegawai pada Kantor SAR Balikpapan.
C.      TUJUAN PENULISAN
          Dengan adanya permasalahan-permasalahan yang tersebut diatas, dengan makalah ini, penulis bertujuan untuk :
1.         Mengetahui seberapa besar kurangnya kebutuhan Belanja Pegawai Tahun Anggaran 2010 pada Kantor SAR Balikpapan;
2.         Mengusulkan ketersediaan dana transito pada usulan RKA Kantor SAR Balikpapan;
3.         Membuat perencanaan yang matang tentang berapa kebutuhan pegawai Kantor SAR Balikpapan untuk tahun-tahun berikutnya.
D.      MANFAAT PENELITIAN
            Manfaat yang didapat dari penulisan makalah ini, adalah :
1.         Diharapkan pada Tahun Anggaran 2011, Kantor SAR Balikpapan bisa mendapatkan  anggaran yang lebih memadai;
2.         Untuk kegiatan belanja pegawai Tahun Anggaran 2010 Kantor SAR Balikpapan bisa mendapatkan dana transito;
3.         Dengan bertambahnya jumlah pegawai yang terencana dengan baik, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pegawai Kantor SAR Balikpapan pada tahun-tahun yang akan datang.
BAB II
METODOLOGI PENULISAN

A.      TEMPAT DAN WAKTU PENULISAN
          Penulisan makalah ini dilaksanakan pada Satuan Kerja Kantor SAR Balikpapan Tahun Anggaran 2010, pada bulan Mei 2010.

B.       METODE PENGUMPULAN DATA
     Pada penulisan makalah ini menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :
1.         Pengumpulan data primer yang diperoleh dari hasil Observasi Lapangan (OL) di Kantor SAR Balikpapan;
2.         Studi kepustakaan;
3.         Pengalaman kerja;
4.         Konsultasi (wawancara) dengan Kepala Kantor.

C.      TEKHNIK ANALISIS DATA
1.           Cara análisis data yang bersifat kualitatif yaitu pengumpulan data untuk mengetahui kondisi real tentang Kantor SAR Balikpapan.
2.           Cara analisis data yang bersifat kuantitatif yaitu pengumpulan data untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan anggaran pada Kantor SAR Balikpapan.
BAB III
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A.      HASIL PENGUMPULAN DATA
            Batas wilayah operasional Kantor SAR Balikpapan kurang lebih 305.137 Km² terdiri dari luas wilayah daratan 113.832 Km² dan luas wilayah lautan 191.305 Km² sedangkan Kalimantan Timur merupakan Propinsi terluas kedua setelah Irian Jaya atau sekitar setengah pulau Jawa dan Madura. Propinsi ini berbatasan langsung negara tetangga Sabah dan Serawak Malaysia, kondisi alam Kalimantan Timur terdiri dari hutan luas dan lebat, rawa-rawa dengan ciri iklim tropis yaitu banyak awan dan curah hujan tinggi, dan merupakan medan yang sulit ditembus atau dijajaki apabila terjadi musibah, Kantor SAR Balikpapan sebagai unit pelaksana teknis Basarnas di daerah, Khususnya Propinsi Kalimantan Timur mempunyai peranan yang sangat penting dalam penanggulangan ancaman musibah penerbangan / pelayaran serta bencana lainnya, hal ini dikarenakan frekuensi transportasi penerbangan dan pelayaran cukup tinggi / padat. Operasi pencarian dan penyelamatan khususnya penanggulangan korban manusia merupakan kegiatan spesifik yang harus dilakukan tidak hanya dalam musibah penerbangan, pelayaran, namun juga dalam musibah lainnya seperti bencana alam, kecelakaan wisata, olahraga, penelitian, dan kebakaran.
            Sesuai PP No. 36 tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan serta Perpres No.99 tahun 2007 tentang Basarnas dijelaskan bahwa penyelenggaraan SAR pada dasarnya adalah menjadi tanggung jawab semua pihak, keberhasilan  pelayanan  SAR  ditentukan  oleh  tiga  faktor  utama, yaitu Koordinasi
dalam arti luas, keterampilan penyelenggaraan SAR,  serta fasilitas SAR.  Koordinasi yang baik akan ditentukan secara bersama-sama oleh komunikasi yang baik, mekanisme pengerahan tenaga dan fasilitas, serta kerjasama dalam operasi. Keterampilan ditentukan oleh pembinaan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, sedangkan faktor fasilitas ditentukan oleh keberadaan fasilitas-fasilitas pendukung operasi SAR yang dimiliki oleh Kantor SAR di daerah. Kantor SAR Balikpapan mempunyai tugas melaksanakan tindak awal, koordinasi, dan pengerahan potensi SAR dalam rangka operasi SAR terhadap musibah penerbangan, pelayaran, dan bencana lainnya, serta pelaksanaan latihan SAR di wilayah Kalimantan Timur sebagai tanggung jawab Kantor SAR dalam bidang pembinaan terhadap potensi di dalamnya.
            Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraaan kegiatan SAR. Pengembangan SDM SAR saat ini memerlukan perhatian utama yaitu menyangkut kebutuhan masalah kualitas dan kuantitas pegawai, sarana dan prasarana, serta peralatan lainnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan SDM SAR. Peningkatan SDM dalam hal ini bisa dikatakan sebagai pegawai juga harus juga memikirkan kompensasi/upah/gaji atau imbalan atas kerja yang mereka lakukan.
            Kompensasi, tidak dapat disangkal, merupakan harapan utama setiap pegawai terhadap organisasinya. Kompensasi yang diharapkan disini terkaitdengan kontribusi yang telah diberikan para pegawai dalam pencapaian tujuan organisasi. Dilain pihak kompensasi juga menjadi salah satu cara dominan bagi organisasi dalam mempertahankan para pegawainya.
            Menurut Nitisemito (1982) kompensasi mengandung arti sebagai balas jasa yang diberikan oleh organisasi kepada pegawai yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Sedangkan menurut Handoko (1994) kompensasi dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang diterima pegawai sebagai balas jasa untuk kerja mereka.
            Beberapa fungsi kompensasi menurut Martoyo (1994), yaitu :
1.         Pengalokasian SDM secara efisien. Kompensasi yang baik merupakan alat untuk menciptakan iklim kondusif yang akan mendorong pegawai untuk bekerja lebih produktif dan meningkatkan prestasi kerja pegawai. Dengan demikian SDM yang ada dapat teralokasi secara efisien.
2.         Penggunaan SDM secara lebih efektif dan efisien. Bila pegawai produktif dan berkinerja tinggi berarti organisasi dapat menekan biaya-biaya yang tidak perlu yang diakibatkan oleh pegawai yang tidak efektif.
3.         Mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Pemberian kompensasi yang baik secara langsung akan mendorong stabilitas organisasi dan secara tidak langsung akan mendorong stabilitas ekonomi. Sebaliknya kompensasi yang tidak baik akan menimbulkan gejolak dalam organisasi yang pada gilirannya akan mempengaruhi roda perekonomian.
     Beberapa tujuan diberikannya kompensasi menurut Schuler (1994) adalah :
1.      Untuk mendapatkan pegawai yang potensial;
2.      Untuk mempertahankan pegawai yang berkualitas;
3.      Sebagai motivator bagi pegawai;
4.      Memfasilitasi dalam rangka pencapaian tujuan strategic organisasi;
5.      Menjamin keadilan dan kebersamaan;
6.         Memenuhi peraturan pemerintah.
            Berikut ini akan dikemukakan kondisi saat ini dari sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan SAR pada Kantor SAR Balikpapan. Secara kuantitas, jumlah pegawai di lingkungan Kantor SAR Balikpapan hingga 31 Desember 2009 adalah 74 orang pegawai. Secara kualitas, dari tahun ke tahun tampak terjadi peningkatan. Hal ini tampak pada kemampuan teknis SAR yang telah diikuti oleh pegawai Kantor SAR Balikpapan  baik  itu  yang diselenggarakan oleh Badan SAR Nasional maupun dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan dari instasi yang lain. Menurut Irawan dkk, 1997, pelatihan pegawai dapat diartikan sebagai suatu proses merekayasa perilaku kerja pegawai sedemikian rupa sehingga pegawai dapat menunjukkan kinerja yang optimal. Pada tahun 2009 Kantor SAR Balikpapan telah mengikutkan pegawainya dalam beberapa diklat penjenjangan dan spesialisasi, yaitu :
1.             Penjenjangan
-            Diklat Adum                                           :    1 orang
-            Diklat PIM IV                                        :    1  orang
2.             Spesialisasi
-            Diklat SMC                                            :    1  orang  
-            Diklat Lat Das SAR                               :    15 orang
-            Diklat Operator  Radio                           :    4  orang
-            Diklat Jungle Rescue                              :    1  orang  
-            Diklat MFR                                            :    1  orang
-            Diklat Water Rescue                               :    1  orang
-            Diklat Instruktur                                     :    1  orang  
-            Kursus Bahasa Inggris                            :    10 orang
-            Kursus Komputer                                   :    10 orang
-            Diklat Pra Jabatan                                   :    12 orang
-            Diklat High Angle Rescue                        :    1   orang
-            Diklat SAR Planing                                 :    1  orang
-            Diklat Sertifikasi Pengadaan
              Barang dan Jasa                                      :    6 orang
-            Diklat PAL SAR                                     :    2  orang
-            Diklat Karuna Nisevanam                       :    9  orang
-            Diklat PPAKP                                        :    2  orang
                                                                                    
            Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 40 tahun 2006 tentang Pos SAR (Search and Rescue) Pada tahun 2008 Kantor SAR Balikpapan telah memiliki 2 Pos SAR yakni Pos SAR Tarakan yang mengcover Kalimantan Timur  bagian Utara dan Pos SAR Sangata yang mengcover Kalimantan Timur bagian Timur. Sampai saat ini jumlah personil untuk masing – masing Pos SAR adalah:
-                 Pos SAR Tarakan 10 (sepuluh) orang pegawai dengan klasifikasi :
-            Koordinator                :    1 orang
-            Operator                     :    1 orang
-            Rescuer                       :    8 orang
-                 Pos SAR Kutai Timur 9 (sembilan) orang pegawai dengan klasifikasi :
-            Koordinator                :    1 orang
-            Operator                     :    1 orang
-            Rescuer                       :    7 orang
            Kalau ditelaah kembali sesuai dengan Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor : PK.08 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Search and Rescue pasal 14 ayat 2 : jumlah personil pada Pos SAR sekurang – kurangnya terdiri dari 12 (dua belas) orang.
            Dari penjelasan diatas, kebutuhan pegawai untuk Pos SAR ternyata masih kurang. Belum lagi kalau usulan Kantor SAR yang mengharapkan adanya penambahan kembali Pos SAR lainnya di Tahun 2010/2011 yakni, Pos SAR Tanah Grogot yang mengcover Kalimantan Timur di bagian Selatan, Pos SAR Samarinda yang mengcover kalimantan Timur bagian Tengah dan Pos SAR Melak yang mengcover Kalimantan Timur Bagian Barat.
B.       ANALISIS DATA
            Berkaitan dengan kondisi tersebut diatas, tentu harus didukung dengan ketersediaannya anggaran belanja pegawai yang memadai. Berdasarkan data realisasi belanja pegawai Tahun 2009, terjadi kekurangan anggaran sampai dengan akhir Tahun 2009. Pagu yang tersedia untuk belanja pegawai MAK 511111 Tahun 2009 adalah Rp. 616.723.000,-  sedangkan realisasi sampai dengan bulan Desember 2009 adalah Rp. 921.748.660,-. Jadi ada kekurangan belanja pegawai sebesar Rp. 305.025.660,- (49,46%).  Sedangkan untuk tahun 2010,  pagu belanja pegawai  MAK 511111 adalah Rp. 758.655.000,- tetapi estimasi belanja pegawai sampai akhir tahun 2010 mencapai Rp. 1.415.296.820,-. Jadi ada perkiraan kekurangan anggaran sebesar Rp. 656.641.820,- (76,62%). Ilustrasi ini hanya pada MAK 511111 saja. Padahal hampir semua MAK pada belanja pegawai terjadi kekurangan anggaran. (realisasi 2009 dan estimasi belanja 2010 terlampir)

Secara lengkap rencana pencairan dana untuk kelompok belanja pegawai Tahun 2010, adalah :






MAK
PAGU
Realisasi
SISA s/d
Perkiraan Mei
Jumlah

DIPA
s/d April
Apr-10
s/d Desember







511111
   758.655.000
     425.126.520
     333.528.480
    990.170.300
  (656.641.820)
511119
           46.000
             20.328
             25.672
            41.623
          (15.951)
511121
     41.857.000
      14.757.524
       27.099.476
     39.346.156
   (12.246.680)
511122
       9.043.000
        3.647.481
         5.395.519
       9.002.428
     (3.606.909)
511123
     11.700.000
        3.600.000
         8.100.000
       8.100.000
                   -
511125
     13.494.000
        2.463.897
       11.030.103
       7.568.840
      3.461.263
511126
     47.297.000
      34.847.100
       12.449.900
    115.236.000
  (102.786.100)
511129
   264.000.000
      57.000.000
     207.000.000
    319.500.000
  (112.500.000)
511139
   636.000.000
     122.360.000
     513.640.000
    282.520.000
   231.120.000
511151
   232.237.000
      56.315.000
     175.922.000
    119.475.000
    56.447.000






Jumlah
 2.014.329.000
     720.137.850
  1.294.191.150
 1.890.960.347
  (596.769.197)












Tabel 1. (data berasal dari rencana anggaran belanja pegawai tahun 2010)
Dari tabel 1 dapat dilihat secara keseluruhan hampir semua MAK pada belanja pegawai sampai akhir tahun 2010 mengalami kekurangan anggaran. Ini tentu menjadi dilema  buat  Kantor  SAR  Balikpapan  khususnya  dan  Badan  SAR  Nasional pada umumnya. Di satu sisi ada keinginan untuk meningkatkan kuantitas pegawai tetapi disisi yang lain tidak / belum terpenuhinya anggaran untuk belanja pegawai sendiri.
            Pada Tahun Anggaran 2009, kekurangan dana untuk belanja pegawai dapat dilakukan revisi anggaran dengan ketersediaannya dana transito belanja pegawai MAK 512412 sebesar Rp. 114.393.000,-, namun pada Tahun Anggaran 2010 keberadaan dana transito belanja pegawai ini tidak dapat ditemukan pada DIPA Kantor SAR Balikpapan. Hal ini menyebabkan terjadinya kesulitan jika akan melakukan revisi DIPA.
            Terjadinya kekurangan anggaran belanja pegawai pada Kantor SAR Balikpapan Tahun 2010, salah satunya disebabkan oleh adanya penambahan pegawai sejumlah 24 orang pegawai. Yang mana dari jumlah itu pada tahun 2010 tidak dilakukan usulan RKA 2010. Kondisi ini disebabkan karena perencanaan pengadaan/penambahan formasi pegawai pada Kantor SAR Balikpapan tidak terencana dengan baik. Hal ini disebabkan karena kuota yang diberikan oleh Badan SAR Nasional setiap tahunnya juga tidak menentu sehingga Kantor SAR Balikpapan juga kesulitan dalam menentukan perencanaan pengadaan/penambahan pegawai untuk tahun-tahun berikutnya.

C.      PEMBAHASAN
            Dalam suatu organisasi/instansi, pegawai merupakan pilar yang sangat penting. Baik tidaknya, berhasil tidaknya organisasi/instansi dalam membina pegawainya akan menentukan kualitas dari organisasi/instansi tersebut. Berkaitan dengan masalah kepegawaian, tentunya berkaitan pula dengan kinerjanya.
            Kinerja merupakan penampilan hasil kerja pegawai baik secara kuantitas maupun kualitas. Kinerja dapat berupa penampilan kerja perorangan maupun kelompok (Ilyas, 1993). Kinerja organisasi merupakan hasil interaksi yang kompleks dan agregasi kinerja sejumlah individu dalam organisasi.
            Menurut Prawirosentono (1999) kinerja seorang pegawai akan baik, jika pegawai mempunyai keahlian yang tinggi, kesediaan untuk bekerja, adanya imbalan/upah/gaji yang layak dan mempunyai harapan masa depan. Mengenai gaji/upah/imbalan yang merupakan faktor terpenting yang menjadi alasan dalam meningkatkan kinerja pegawai harus benar-benar diperhatikan.
            Berdasarkan data rencana pencairan anggaran belanja pegawai pada Kantor SAR Balikpapan untuk tahun 2010, pagu belanja pegawai MAK 511111 adalah Rp. 758.655.000,- tetapi estimasi belanja pegawai sampai akhir tahun 2010 mencapai Rp. 1.415.296.820,-. Jadi ada perkiraan kekurangan anggaran sebesar Rp. 656.641.820,- (76,62%). Ilustrasi ini hanya pada MAK 511111 saja. Padahal hampir semua MAK pada belanja pegawai terjadi kekurangan anggaran.
            Langkah-langkah pengusulan revisi anggaran telah ditempuh baik lewat jalur lisan maupun tertulis ke Badan SAR Nasional agar anggaran belanja pegawai Kantor SAR Balikpapan tahun 2010 dapat ditambah. Laporan secara tertulis disertai dengan perhitungan yang matang tentang kebutuhan belanja pegawai tahun 2010 sudah dikirimkan pada bulan April 2010. Sebetulnya hal ini dapat diminimalisir jika pada DIPA Tahun Anggaran 2010 Kantor SAR Balikpapan ada dana transito belanja pegawai. Usulan Kantor SAR Balikpapan dalam penyusunan RKA 2010 telah mencantumkan dana transito,  namun  ternyata  tahun  2010 ini anggaran Badan SAR Nasional turun sampai dengan 20% dari anggaran tahun 2009. Dana transito adalah dana yang dikhususkan untuk menanggulangi kekurangan anggaran khusus belanja pegawai, jadi semua jenis MAK belanja pegawai jikalau mengalami kekurangan anggaran bisa menggunakan dana transito dimaksud. Kantor SAR Balikpapan dalam usulan RKA tahun 2010 sudah menganggarkan dana transito untuk memenuhi kebutuhan kekurangan belanja pegawai tahun anggaran 2011.
            Hal yang juga penting diperhatikan dalam penganggaran belanja pegawai Kantor SAR Balikpapan adalah perlu diketahuinya berapa jumlah penambahan/pengadaan pegawai. Perlu dibuatkan perencanaan kebutuhan pegawai yang matang sehingga kebutuhan belanja pegawai tidak mengalami kekurangan lagi. Kantor SAR Balikpapan pada tahun ini telah membuat perencanaan kebutuhan pegawai jangka pendek dan jangka menengah untuk memenuhi standar operasional Kantor SAR dan Pos SAR.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A.          KESIMPULAN
            Dari semua uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa turunnya anggaran Basarnas tahun 2010 sebesar 20% dari anggaran tahun 2009 mempunyai dampak yang sangat signifikan pada Kantor SAR Balikpapan. Beberapa anggaran Kantor SAR Balikpapan yang telah diusulkan baik dari kegiatan belanja pegawai, kegiatan penata usahaan, pemeliharaan fasilitas dan peralatan kantor, kegiatan operasi dan pembinaan dan juga kegiatan operasional Kantor SAR Balikpapan mengalami penurunan.
            Kalau diperhatikan, dari anggaran tahun 2009 yang mencapai Rp. 15.388.112.000,-, di tahun 2010 anggaran Kantor SAR Balikpapan hanya mendapatkan sebesar 5.299.171.000,- dengan rincian belanja pegawai Rp. 2.014.329.000,- dan belanja barang sebesar Rp. 3.284.842.000,- atau turun 65,6% dari anggaran tahun 2009. Ini berarti bahwa untuk tahun anggaran 2010, Kantor SAR Balikpapan hanya mendapatkan anggaran sebesar 34,4% dari anggaran tahun 2009. Atau hanya kurang lebih 30% dari usulan anggaran (RKA) tahun 2010 sebesar kurang lebih Rp. 18.000.000.000,-.
            Berdasarkan data rencana pencairan anggaran belanja pegawai pada Kantor SAR Balikpapan untuk tahun 2010, pagu belanja pegawai MAK 511111 adalah Rp. 758.655.000,- tetapi estimasi belanja pegawai sampai akhir tahun 2010 mencapai Rp. 1.415.296.820,-. Jadi ada perkiraan kekurangan anggaran sebesar Rp. 656.641.820,- (76,62%).
            Langkah-langkah pengusulan revisi anggaran telah ditempuh baik lewat jalur lisan maupun tertulis ke Badan SAR Nasional agar anggaran belanja pegawai Kantor SAR Balikpapan tahun 2010 dapat ditambah. Laporan secara tertulis disertai dengan perhitungan yang matang tentang kebutuhan belanja pegawai tahun 2010 sudah dikirimkan pada bulan April 2010. Sebetulnya hal ini dapat diminimalisir jika pada DIPA Tahun Anggaran 2010 Kantor SAR Balikpapan ada dana transito belanja pegawai. Usulan Kantor SAR Balikpapan dalam penyusunan RKA 2010 telah mencantumkan dana transito,  namun  ternyata  tahun  2010 ini anggaran Badan SAR Nasional turun sampai dengan 20% dari anggaran tahun 2009. Dana transito adalah dana yang dikhususkan untuk menanggulangi kekurangan anggaran khusus belanja pegawai, jadi semua jenis MAK belanja pegawai jikalau mengalami kekurangan anggaran bisa menggunakan dana transito dimaksud. Kantor SAR Balikpapan dalam usulan RKA tahun 2010 sudah menganggarkan dana transito untuk memenuhi kebutuhan kekurangan belanja pegawai tahun anggaran 2011.
            Hal yang juga penting diperhatikan dalam penganggaran belanja pegawai Kantor SAR Balikpapan adalah perlu diketahuinya berapa jumlah penambahan/pengadaan pegawai. Perlu dibuatkan perencanaan kebutuhan pegawai yang matang sehingga kebutuhan belanja pegawai tidak mengalami kekurangan lagi. Kantor SAR Balikpapan pada tahun ini telah membuat perencanaan kebutuhan pegawai jangka pendek dan jangka menengah untuk memenuhi standar operasional Kantor SAR dan Pos SAR.
B.           SARAN
            Dengan adanya pembahasan-pembahasan materi diatas, penulis mempunyai harapan pada :
1.        Pimpinan Badan SAR Nasional lebih meningkatkan hubungan kerjasama dengan lintas departemen agar anggaran Basarnas mendapatkan prioritas sehingga kepentingan-kepentingan Kantor SAR yang ada di daerah-daerah khusunya Kantor SAR Balikpapan, dapat lebih diperhatikan;
2.        Pimpinan Kantor SAR Balikpapan dalam menyusun RKA bisa lebih matang lagi sehingga Basarnas dapat menyetujui usulan RKA dari Kantor SAR Balikpapan;
3.        Seluruh pegawai yang mengurusi tentang anggaran agar segera menindaklanjuti proses revisi DIPA, dan ikut berperan serta dalam menyusun RKA untuk kebutuhan belanja pegawai serta mengajukan dana transito belanja pegawai.
4.         Seluruh karyawan Badan SAR Nasional pada umumnya dan Kantor SAR Balikpapan pada khususnya bisa meningkatkan kinerja, kekompakan dan kerja sama yang saling menguntungkan.

DAFTAR PUSTAKA
Soewartojo Juniadi. 2003. SANKRI Buku I. Keuangan Negara, Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
M. Ichwan. Akuntan Administrasi Keuangan Negara Suatu Pengantar Pengelolaan APBN, Jakarta
Kantor SAR Balikpapan. 2010. Laporan Tahunan Kantor SAR Balikpapan tahun 2009.
Badan SAR Nasional. 2007. 35 Tahun Badan SAR Nasional
Badan SAR Nasional. 2009. Face The Future
Badan SAR Nasional. 2010. Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor : PK.08 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Search and Rescue
cokroaminoto.wordpress.com.2007/.../faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kinerja-individu-respon-untuk-zaenul
desainwebsite.net.2009/.../301-pendidikan-sepanjang-hayat-ii.html


0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar yaksssssssss