30.10.10

IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT

Oleh, M. Zaenal Arifin, S.Pd 


LATAR BELAKANG
       Total Quality Management (TQM) merupakan suatu konsep manajemen modern yang berusaha untuk memberikan respon secara tepat terhadap setiap perubahan yang ada, baik yang didorong oleh kekuatan eksternal maupun internal organisasi.
Beberapa kekuatan eksternal yang mempengaruhi organisasi, yaitu :
1.      Karakteristik Demografi
2.      Kemajuan teknologi
3.      Perubahan Pasar
4.      Tekanan Sosial dan politik
Sedangkan kekuatan internal yang mempengaruhi organisasi yaitu :
1.      Permasalahan / Prospek Sumber Daya Manusia
2.      Perilaku / Keputusan Manajerial
       TQM juga merupakan tantangan terhadap teori manajemen tradisional yang sudah mapan. Perbedaan pokok antara TQM dan teori manajemen tradisional yaitu :
a.       TQM mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.      Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal
2.      Obsesi tinggi terhadap kualitas
3.      Penggunaan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
4.      Komitmen jangka panjang
5.      Kerjasama tim (team work)
6.      Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan
7.      Perbaikan proses secara berkesinambungan
8.      Adanya pendidikan dan pelatihan yang bersifat buttom-up
9.      Kebebasan yang terkendali
10.  Adanya kesatuan tujuan

b.      Manajemen tradisional mempunyai kesalahan atau kekurangan, antara lain :
1.      Berfokus pada jangka pendek
2.      Cenderung bersifat arogan, tidak berfokus pada pelanggan
3.      Memandang rendah kontribusi potensial karyawan
4.      Menganggap bahwa kualitas yang lebih baik hanya dapat dicapai dengan biaya yang lebih tinggi
5.      Mengutamakan boomanship, bukan leadership

PERSYARATAN IMPLEMENTASI TQM
       Beberapa persyaratan untuk melaksanakan TQM, yaitu :
1.      Komitmen dari manajemen puncak
2.      Komitmen atas sumber daya yang dibutuhkan
3.      Organization – Wide Steering Committee
4.      Perencanaan dan Publikasi
5.      Infrastruktur yang mendukung penyebarluasan dan perbaikan berkesinambungan
Beberapa langkah yang bisa diambil dalam pelaksanaan TQM, yaitu :
1.      Melatih steering committee
2.      Identifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi
3.      Identifikasi pendukungpotensial TQM
4.      Identifikasi pelanggan eksternal dan internal
5.      Menyusun cara untuk menentukan kepuasan pelanggan (eksternal/internal)

PERANAN MANAJEMEN DALAM IMPLEMENTASI TQM
       Setiap organisasi harus memiliki seorang pemimpin.  Ada beberapa hal yang membedakan antara pemimpin yang baik dan pemimpin yang tidak baik, yaitu :
1.      Pemimpin lebih banyak menggunakan pendekatan pull (menarik) daripada push (mendorong)
2.      Pemimpin tahu arah tujuannya
3.      Pemimpin harus berani dan dapat dipercaya
4.      Peranan terpenting dari seorang pemimpin setelah membentuk visi dan cara pencapaiannya adalah membantu para bawahan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan rasa bangga.


       Selain melaksanakan kepemimpinan yang diharapkan dapat memotivasi dan mengarahkan para karyawan untuk mencapai tujuan organisasi, manajemen puncak juga bertanggung jawab dalam mengatasi penolakan dalam manajemen baru TQM. Salah satu strategi yang dapat diambil untuk menghadapi penolakan terhadap manajemn TQM (kreitner dan kinicki, 1994, p. 737), yaitu :
1.      Pendidikan + Komunikasi
2.      Partisipasi + Keterlibatan
3.      Fasilisai + Dukungan
4.      Negosiasi + Kesepakatan
5.      Manipulasi + Co-optation
6.      Paksaan secara eksplisit + Implisit

PENDEKATAN IMPLEMENTASI YANG HARUS DIHINDARI
       Agar implementasi TQM dapat berjalan dengan sukses, perusahaan harus mempelajari semua informasi yang tersedia, baik mengenai implementasi yang sukses maupun yang gagal diperusahaan lain. Kemudian perusahaan mengadaptasi pendekatan yang paling sesuai untuk memberikan hasil yang baik bagi perusahaan itu sendiri. Beberapa pendekatan implementasi yang harus dihindari adalah :
1.      Jangan melatih semua karyawan sekaligus
2.      Jangan tergesa-gesa menerapkan TQM dengan melibatkan terlalu banyak orang dalam suatu tim
3.      Implementasi TQM tidak boleh didelegasikan
4.      Jangan memulai implementasi bila manajemen belum benar-benar siap

FASE – FASE IMPLEMENTASI TQM
       Menurut George dan Weimerskirch (1994, pp. 259-269) ada enam fase utama dalam implementasi TQM, yaitu :
1.      Komitmen manajemen senior terhadap perubahan
2.      Penilaian system perusahaan, baik secara internal maupun eksternal
3.      Pelembagaan focus pada pelanggan
4.      Pelembagaan TQM dalam perencanaan strategic, keterlibatan karyawan, manajemen proses dan system pengukuran
5.      Penyesuaian dan perluasan tujuan manajemen guna memenuhi dan melampaui harapn pelanggan
6.      Perbaikan atau penyempurnaan system
Menurut Goetsch dan Davis (1994, pp. 584-589) fase implementasi TQM, yaitu :
1.      Fase Persiapan
A.    Membentuk Total-Quality Steering Committee
B.     Membentuk tim
C.     Pelatihan TQM
D.    Menyusun pernyataan visi dan prinsip sebagai pedoman
E.     Menyusun tujuan umum
F.      Komunikasi dan Publikasi
G.    Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan
H.    Identifikasi Pendukung dan Penolak
I.       Memperkirakan Sikap Karyawan
J.       Mengukur Kepuasan Pelanggan
2.      Fase Perncanaan
K.    Merencanakan Pendekatan Implementasi, kemudian Menggunakan Siklus Plan/Do/Check/Adjust
L.     Identifikasi Proyek
M.   Komposisi Tim
N.    Pelatihan Tim
3.      Fase Pelaksanaan
P.      Penggiatan Tim
Q.    Umpan Balik kepada Steering Committee
R.     Umpan Balik dari Pelanggan
S.      Umpan balik dari Karyawan
T.      Memodifikasi Infrastruktur


0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar yaksssssssss