26.2.11

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KEPRIBADIAN ANAK DI YAYASAN TAZKIYAH FIQRIYAH SAMARINDA

Oleh Frida Fidayanti S.Pd

I.       PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Perkembangan yang dimaksud adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak, yang di tunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam peredaran waktu tertentu menuju kedewasaan dari lingkungan yang banyak berpengaruh dalam kehidupan anak menuju dewasa.
Havighurst (1961) mengartikan tugas perkembangan adalah merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya, sementara apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya.
Perkembangan ini berkaitan dengan sikap, perilaku atau keterampilan yang seyogyanya dimiliki oleh anak sesuai dengan usia atau fase perkembangan-nya, seperti tugas yang berkaitan dengan perubahan, persekolahan, pengalaman dan hal lainnya sebagai prasyarat untuk pemenuhan dan kebahagiaan hidupnya. Tugas-tugas perkembangan pada usia 0 sampai 6 tahun adalah sebagai berikut :
                        1) Belajar berjalan
                        2) Belajar memakan makanan padat
                        3) Belajar berbicara
                        4) Belajar buang air kecil dan buang air besar
                        5) Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin
                        6) Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis
                        7) Membentuk konsep-konsep (pengertian) sederhana kenyataan sosial dan alam
                        8) Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara / orang lain
Selama ini di Indonesia kebanyakan orang tua memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan agar anak mendapatkan stimulasi yang tepat. Sistem pendidikan ini memang sudah dipraktekkan selama bertahun-tahun dan memang memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan. Bagaimanapun juga, sebagai sebuah sistem buatan manusia pastilah tidak ada yang sempurna.
Seperti halnya pada lingkungan sekitar Perum Korpri Loa Bakung Samarinda. Orang tua mempercayakan pendidikan anak-anak mereka pada Yayasan Quantum Fiqriyah. Di Yayasan  ini tidak ada kelas seperti halnya di sekolah formal. Pendidik hanya berfungsi membimbing dan mengarahkan minat anak-anak dalam mata pelajaran dan permainan yang disukainya. Dari hal tersebut, penulis mencoba menguraikan bagaimana pengaruh karakter dan perkembangan anak usia 0 – 6 tahun selama pendidikan di Yayasan Quantum Fikriyah.

1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang akan dibahas adalah siapakah yang  disebut anak usia dini dan bagaimana perkembangan karakter anak usia 0 – 6 tahun selama dalam pendidikan di Yayasan Quantum Fikriyah.

1.3       Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan makalah ini adalah mengetahui setiap pengaruh terhadap karakter dan kepribadian anak usia dini selama dalam pendidikan.


II         PEMB.AHASAN
            2.1         Siapakah Anak Usia Dini

Ada ungkapan bahwa seorang anak yang baru dilahirkan bagaikan kertas putih bersih. Ungkapan itu mengartikan bahwa anak tersebut belum “tercemar” dari lingkungannya dan dia siap untuk menerima segala “warna-warni” kehidupannya. Namun perlu diingat juga bahwa seorang anak yang dilahirkan telah dilengkapi oleh Sang Pencipta dengan bakat yang beraneka ragam sesuai kehendak Sang Ilahi.
Berbicara mengenai lembaga pendidikan, maka tidak terlepas dari makna dan arti pendidikan sebagai “usaha sadar untuk menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan terjadi perkembangan optimal dari potensi yang dibawa lahir peserta didik sejak dini” (Semiawan dalam Sujiono, 2009). Karena merupakan suatu usaha sadar, maka untuk menyediakan suatu lembaga pendidikan yang diuntukkan bagi para anak yang berusia dini, pemerintah dan masyarakat turut andil dalam tanggung jawab tersebut.
Adalah suatu kebahagiaan dan keajaiban, karena selama kurang lebih 50 tahun Indonesia merdeka, pendidikan yang dikhususkan untuk anak-anak berusia dini belum diperhatikan, maka sejak dekade ini telah berkembang dengan pesatnya suatu lembaga pendidikan yang dikhususkan bagi para anak yang berusia dini yang lebih dikenal dengan nama Pendidikan Anak Usia Dini yang disingkat PAUD. Salah satu diantaranya adalah Yayasan Quantum Fiqriyah yang sudah selama beberapa tahun turut menyediakan wadah  pendidikan yang diuntukkan bagi para anak yang berusia dini,
Dalam perkembangannya yang sangat pesat ini tanggung jawab dalam menumbuh-kembangkan PAUD yang berkualitas telah dilaksanakan bukan saja oleh pemerintah (formal) tetapi telah merambah sampai kepada kesadaran yang murni dari masyarakat (non formal). Artinya tanggung jawab dalam membina perkembangan pendidikan bagi anak usia dini telah mengalami perkembangan yang pesat, atau dapat dikatakan telah mengalami perubahan paradigma dari pendidikan yang menjadi tanggung jawab orang tua telah meluas menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah. Dengan kata lain PAUD telah menjadi tanggung jawab bersama, orang tua, masyarakat dan pemerintah sebagai suatu dasar yang kokoh dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak.
Seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa pemerintah dan masyarakat juga turut berperan atas perkembangan PAUD, dan sebagai bukti kongkrit dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah diakomodir dalam pasal 28 ayat 1 yang berbunyi “Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar”.
Juga dalam Bab I pasal 1 ayat 14 USPN (dalam Sujiono, 2009); ditegaskan lagi bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak-anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

2.2       Pengaruh PAUD Terhadap Pembentukan Karakter dan Kepribadian Anak
Sebagaimana telah diuraikan di atas, penulis telah melakukan penelitian dengan menyebarkan angket hasil belajar anak usia dini (0 – 6) tahun, di Yayasan Quantum Fikriyah, dan melihat secara langsung metode pengajaran yang diberikan para pengajar kepada anak didik, serta kelengkapan sarana dan prasarana, yang memugkinkan akan mempengaruhi karakter dan kepribadian setiap anak didik.
Suatu kenyataan yang diamati oleh penulis, bagaimana seorang anak yang memasuki ruang belajar dengan menangis dan meronta terus ingin didamping oleh orang tuanya, anak yang tidak bisa berkomunikasi atau bermain dengan teman sebayanya, pendiam, tidak bisa membaca dan berhitung. Setelah beberapa bulan mengikuti pendidikan anak-anak ini mulai terbiasa dalam kegiatan dan permainan dari pengajar yang begitu percaya diri memasuki ruangan tanpa ditemani oleh orang tuanya.
 Jadi dari kenyataan itu dapatlah dikatakan bahwa melalui PAUD anak belajar bersosialisasi, menghadapi masalah, berdikari, mandiri, percaya diri, dan sebagainya sebagai modal utama anak memasuki dunia yang lebih kompleks dan luas.
Jadi dalam usaha pembentukan karakter dan kepribadian anak PAUD memegang peranan yang sangat penting dan strategis. Adalah suatu penyesalan seumur hidup jika anak-anak kita memiliki karakter dan kepribadian yang mengecewakan, tetapi kebahagiaan seumur hidup apabila anak kita memiliki karakter dan kepribadian yang luhur dan mulia. Sungguh begitu pentingnya PAUD bagi kehidupan kita.

III            KESIMPULAN
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah menjadi tanggung jawab bersama, orang tua, masyarakat dan pemerintah sebagai suatu dasar yang kokoh dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun.
Melalui penelitian tersebut dapat dikalatakan PAUD sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter, kepribadian, kebiasaan, peruahan sikap yang baik, dan sosialisasi anak terhadap orang-orang disekitarnya. Jadi dalam usaha pembentukan karakter dan kepribadian anak PAUD memegang peranan yang sangat penting dan strategis. Adalah suatu penyesalan seumur hidup jika anak-anak kita memiliki karakter dan kepribadian yang mengecewakan, tetapi kebahagiaan seumur hidup apabila anak kita memiliki karakter dan kepribadian yang luhur dan mulia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar yaksssssssss