26.3.11

Earth to sandra

Dibuat Oleh: Haze

sebuah tulisan kecil untuk sandra...
 

sandra... sandra... sandra...
seorang wanita yang hilang,
hilang karena dunia menolaknya untuk hidup
sandra hanya memandang malam
malamnya yang selalu kelam
meski bintang2 berkedip untuknya

sandra berjalan menelusuri jalannya yang sempit
dengan gitar dan ranselnya
mencari jalan pulang
meski tak memiliki rumah

sandra hanya menangis saat hujan
karena hanya langit yang membaca hatinya

tubuhnya kecil dan kurus
dengan rambut coklat kusut melengkapi rupanya yang acak2an
mata coklatnya selalu memandang tajam, penuh kebencian
tak ingin ada yang menyentuhnya
atau sekedar menyapanya
agar tak ada lagi yang menyakitinya

sandra oh sandra...
dimanakah keluargamu??
sandra menggeleng
dimanakah sahabatmu??
sandra menggeleng lagi
dimanakah kekasihmu??
sandra tak bergeming
teringat akan kekasihnya yang telah mati

sandra bergumam :
"tahukah kau kata2 terindah dalam hidupku?? bukan ketika kekasihku berkata diriku secantik rembulan, bukan... bukan itu... bukan juga ketika kekasihku berkata wangiku seperti bunga yang baru mekar, bukan... bukan itu... bukan juga ketika kekasihku berkata senyumku seindah bulan sabit, bukan... bukan itu... bukan juga ketika kekasihku berkata akulah putri impiannya, putri auroranya, bukan... bukan itu... tetapi saat dia menyadari bahwa rambut n mataku memiliki warna coklat yang sama, itu adalah kata2 yang menggambarkan bahwa dia benar2 melihatku"

aku terdiam, kemudian dia melanjutkannya lagi

"tahukah kau saat terindah dalam hidupku?? bukan saat dia mengajakku menari dibawah kerlip bintang diiringi musik dari detak jantung kami, bukan... bukan itu, bukan juga saat aku tertidur sambil memeluknya dan dia terus menggenggam kedua tanganku agar aku tak terjatuh ke jalan, dan dia terus bersenandung pelan menyanyikan sebuah lagu tersulit baginya, bukan... bukan itu, bukan juga saat dia membisikkan puisi di telingaku saat kami sedang menikmati purnama perak di atas sebuah jembatan yang melintang di atas sungai, bukan... bukan itu, bukan juga saat dia menempuh jarak 150 km pada pukul 00.00 agar dapat menikmati hujan meteor bersamaku, bukan... bukan itu, tetapi saat dia menggenggam erat kedua tanganku sambil terisak, memohon pada Tuhan untuk menghentikan waktu, agar dia tak perlu melangkah lagi dan tetap bersamaku di sini, itu adalah saat dimana dia benar2 mencintaiku"

mataku mulai berkaca2... oh sandra... tapi sandra tak berhenti bergumam

"tahukah kau mimpi terindah dalam hidupku?? bukan saat kami membicarakan tentang betapa inginnya kami menikah dengan nuansa hitam n merah, undangan dari perkamen lusuh, pakaian pengantinnya hasil rancanganku sendiri, n menyewa gedung tua yang menyerupai kastil untuk tempat resepsi, bukan... bukan itu... bukan juga saat dia mengusap kepalaku dan berkata ingin membawaku pergi sejauh mungkin, dimana tak ada seorangpun yang mengenali kami, agar kami bisa menghabiskan hidup kami bersama dengan tenang, bukan... bukan itu... tetapi saat dia berkata "izinkan aku melamarmu, kumohon menikahlah denganku meski di tempat pemakaman ini, biar Tuhan yang jadi penghulu, dan alam semesta yang jadi saksi, biarkanlah kau yang menjadi istri hatiku, selamanya" dan itulah mimpiku yang menjadi nyata, aku telah menjadi istrinya meski hanya untuk hatinya"

aku tak tahan lagi, aku pergi... sandra... maaf...

sandra tersenyum lirih dan menatap langit kelam
"lihatlah wahai langit, tak satupun manusia yang sanggup mendengarku bicara"

sandra kembali menyeret kakinya yang letih
kembali ke tempat pemakaman itu
menatap batu nisan hitam itu
dan berbaring di sampingnya
dan tak terbangun lagi
meski mentari mengusik tidurnya
jiwanya hilang dicabut sang malaikat

sandra... akhirnya kau menemukan rumahmu
semoga kau menemukan damai yang tak kau temukan di sini
maaf jika aku tidak merindukanmu
meski aku berduka untukmu
selamat jalan, sandra....


dedicated to :
seseorang yang kutemukan terpuruk di suatu sudut gelap yang kini telah mati

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar yaksssssssss