17.12.13

Putri Aurora dan Ksatria Malam

Dibuat Oleh: Haze

putri aurora hanya memandangi istananya yang kosong
memandangi tamannya yang tak terawat….
memandangi hutannya yang kelam
tiada artinya jika dia masih tinggal di istana itu jika ksatrianya harus pergi
putri aurora itu menatap lagi tiap ruang di dalam istananya
menyusuri tiap sisinya dengan kenangan bersama ksatrianya
tertawa bersamanya
menangis di pelukannya
menari bersama desiran angin yang melantunkan nada-nada indah
mendengarkan nyanyian dan kisah-kisah indah sang ksatria malam sebagai pengantar tidurnya
dan puisi-puisi spontan yang keluar dari bibir sang ksatria untuk dirinya
hanya untuknya


kemudian di taman itu sang ksatria malam menatap lekat-lekat bayangan sang putri yang sedang bermain
diperhatikannya setiap gerak gerik sang putri
tak pernah luput dari perhatiannya
takkan dibiarkannya putri terjatuh
apalagi cedera akibat kecerobohannya sendiri
sang ksatria enggan meninggalkan sang putri
sang ksatria khawatir sang putri akan melakukan hal bodoh dan ceroboh
tapi ksatria harus pergi
pergi meninggalkan putri impiannya
putri auroranya
kekasih hatinya

putri aurora berjalan ke jalan setapak menuju hutan kelam
ia teringat akan dirinya yang pernah menangis di sana
terduduk diantara ilalang dan bebatuan
ketika itu sang ksatria pergi
meninggalkan sang putri tanpa kata
tanpa pesan
betapa perihnya hati sang putri
padahal hanya beberapa jam saja ksatria itu meninggalkan sang putri
tapi sang putri benar-benar merasa sepi
hatinya mati

dan kini sang ksatria malam hendak meninggalkannya lagi
entah dalam waktu berapa lama
detik.. menit.. jam.. hari.. minggu.. tahun.. abad.. millenium..

putri aurora tak sanggup tinggal di istana itu sendiri
istana yang dia bangun bersama ksatrianya
dia memutuskan untuk pergi meninggalkan istana itu
mengembara ke hutan belantara
sendiri bersama hatinya yang telah mati
mencari kehidupannya sendiri
dia tak ingin menangis walaupun tetesan air mata tak kunjung berhenti mengalir dari matanya
dia terus berjalan ke dalam hutan tanpa menoleh lagi ke istana kabut bintangnya yang kosong
terus saja masuk ke dalam gelap membawa jiwa sang ksatria yang menguatkan dirinya
dia tau jauh di sana sang ksatria tetap mengawasi dan menjaganya dan menguatkannya
putri aurora terus berjalan diantara bebatuan yang semakin tajam yang merobek kakinya
dan berharap suatu saat akan menemukan jalan lain yang menuntunnya pulang kembali ke istana
dengan sang ksatria malam berada di dalamnya
menunggu untuk memeluknya dengan sejuta kerinduan yang hadir di setiap detiknya

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar yaksssssssss